Pertemuan tersebut dilakukan di tengah spekulasi gencatan senjata jangka panjang dengan Israel di Jalur Gaza.
Francis Fannon, asisten sekretaris negara AS untuk Biro Sumber Daya Energi, baru-baru ini di China untuk membahas sanksi.
Menurut informasi dari penduduk setempat bahwa teroris Jabhat al-Nusra mengubur sejumlah besar senjata dan amunisi di sejumlah desa, pertanian di pedesaan Quneitra sebelum mereka dipindahkan ke Suriah utara.
Beberapa hari sebelumnya, aksi protes yang muncul di kota Isfahan menyebar ke kota-kota lainnya, seperti Meshed, Shiraz dan Teheran
Mohammad Javad Zarif mengatakan, kecanduan Amerika Serikat (AS) terhadap sanksi tidak memiliki batas.
Kehadiran Rusia di tempat itu, diklaim untuk mendukung pasukan perdamaian PBB.
Kebijakan ini menandakan gencatan senjata akan berakhir dalam waktu dekat.
Pada Selasa berita lokal menyebutkan, Oman bersiap menengahi antara Iran dan Amerika Serikat (AS) seperti yang disamapiakn Donald Trump sehari sebelumnya yang ingin berbicara langsung dengan mitranya dari Iran Hassan Rouhani.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump harus menghormati Iran dan juga beberapa negara anggota yang masih komitmen pada Kesepakatan Nuklir Iran
Tahun lalu, otoritas Israel menolak akses keluar 21 warga Gaza