Optimalisasi lahan rawa menjadi adalah upaya yang cukup besar .
Pemanfaatan lahan rawa untuk pangan adalah terobosan baru solusi paceklik pangan pada November, Desember dan Januari.
Potensi untuk pengembangan pertanian seluas 21,82 juta hektare atau 64 persen.
Menurut Amran, taman yang terbentang luas tersebut dulunya adalah bekas lahan tambang, yang kemudian disulap menjadi areal pertanian yang produktif.
Saat ini tercatat Indonesia memiliki lahan rawa 34,1 juta hekater yang terdiri dari lahan rawa lebak 25,2 juta hektare dan rawa pasang surut 8,9 juta hektare yang tersebar Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.
Optimalisasi lahan rawa bisa jadi jawaban ketersediaan pangan di masa depan.
Lahan rawa mampu menghasilkan pangan, terutama beras pada musim paceklik. Jadi paceklik yang terjadi pada November hingga Januari tidak menyebabkan stok padi nasional turun drastis.
Terdapat 29 kabupaten di Jateng yang dikembangkan jagung yang tidak bersamaan waktu tanamnya, karena sesuai dengan kondisi iklim, tipe lahan dan sosioculture masyarakat setempat.
IMTAg-Lada Perdu ditujukan untuk mendukung peningkatan produksi dan daya saing lada yang berhadapan dengan makin terbatasnya tenaga kerja dan kepemilikan lahan, serta makin mahalnya usahatani lada
Peningkatan produksi pangan nasional selama ini masih bertumpu pada lahan sawah irigasi, sedangkan lahan suboptimal seperti rawa belum termanfaatkan secara maksimal.