Hal itu dia utarakan saat meresmikan Posko Jokowi-Muhaimin (JOIN), di Tebet, Jakarta Selatan, pada Selasa (10/4) siang.
Elite Partai Gerindra pecah kongsi atau suara terkait teka-teki Prabowo Subianto sebagai calon presiden (Capres) dalam kontestasi Pilpres 2019 mendatang.
Utang Indonesia saat ini dinilai sudah cukup mengkhawatirkan atau lampu kuning. Hal itu dilihat dari kemampuan membayar terhadap jumlah utang yang dimiliki Indonesia.
Kabar bakal segera bergabungnya dua partai ke Poros Jokowi semakin menegaskan praktik politik di Indonesia telah menjelma menjadi sebuah kartel.
Kebijakan Presiden Jokowi yang telah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing (PTKA) menuai kecaman.
Partai Gerindra membantah soal isu ketidak siapan logistik Prabowo Subianto untuk maju sebagai calon presiden (Capres) pada Pilpres 2019 mendatang.
Meski mendapat dukungan dari seluruh kader Gerindra, Prabowo Subianto disebut mempertimbangkan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo sebagai calon presiden (Capres) pada Pilpres 2019.
Optimisme itu terlihat ketika Muhaimin alias Cak Imin meresmikan Posko Jokowi-Muhaimin Iskandar (JOIN)
Meski mendapat dukungan dari seluruh kader Partai Gerindra, Prabowo Subianto belum memastikan atau tanda-tanda bakal maju sebagai calon presiden (Capres) pada Pilpres 2019 mendatang. Lantas apakah Prabowo bakal jadi king maker?
Pernyataan tersebut disampaikan langung oleh Muhaimin alias Cak Imin, saat meresmikan posko Jokowi-Muhaimin Iskandar (JOIN).