Saya rasa karena JOIN telah “berkaca” pada banyak persoalan bangsa akhir-akhir ini, maka memasangkan Presiden Jokowi dan Cak Imin adalah jawabannya.
Zulkifli Hasan menilai Abdul Muhaimin Iskandar pantas mendampingi Joko Widodo, dalam pemilihan presiden (pilpres) 2019.
Partai Amanat Nasional (PAN) membantah pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono terkait persetujuan calon wakil presiden (Cawapres) dari PKS untuk mendampingi Prabowo Subianto.
Anehnya, perintah Jokowi itu seakan diabaikan. Sebab, revisi UU ASN hingga saat ini dinilai masih jalan ditempat.
PPP tidak khawatir dengan deklarasi dukungan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) terhadap Prabowo Subianto sebagai calon presiden (Capres) pada Pilpres 2019.
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj memastikan akan mendukung Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sebagai calon wakil presiden (Cawapres) pada Pilpres 2019.
Pada sistem outsourcing, pekerja atau buruh hanya dianggap seperti barang, setelah digunakan lantas ditinggalkan.
Presiden Jokowi menyampaikan ucapan selamat Hari Buruh Internasional atau May Day yang jatuh pada 1 Mei 2018.
Kebijakan pemerintahan Presiden Jokowi terkait tenaga kerja asing (TKA) dinilai tidak masuk akal. Sebab, ditengah TKI sedang kesulitan mencari pekerjaan, pemerintah justru memberi kelonggaran bagi para TKA.
Semboyan "kerja, kerja, kerja" yang digaungkan pemerintahan Presiden Jokowi dinilai sebagai kesalahan besar. Sebab, semboyan tersebut mengajak kepada seluruh warga negara untuk berhenti berpikir.