Myemasuki hari ke-sembilan tim SAR masih bersemangat melaksanakan operasi SAR di lokasi kejadian
Ketua Basarnas mendapat pelukan dan tangisan dari keluarga korban Lion Air PK-LQP di atas KRI.
Hingga saat ini tercatat, korban yang telah teridentifikasi berjumlah 44 korban dan sisa 145 korban lagi yang belum teridentifikasi.
Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Soerjanto Tjahjono mengatakan akan menerbitkan laporan awal mengenai penyebab kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 PK-LQP yang jatuh di Perairan Karawang, bulan mendatang.
Dengan penambahan waktu, sinergitas, soliditas seluruh tim gabungan, dan doa dari seluruh masyarakat, operasi SAR diharapkan dapat segera dituntaskan.
Untuk mengunduh data-data dari FDR tersebut, KNKT dibantu oleh National Transportation Safety Board (NTSB) Amerika Serikat, Transport Safety Investigation Biro Singapura dan Australian Transport Safety Biro.
Dengan penambahan waktu tersebut serta sinergitas dan soliditas seluruh tim gabungan yang terlibat dalam operasi SAR, dapat segera menyelesaikan operasi tersebut.
Sebuah pesawat tempur MiG-29 buatan Rusia jatuh saat penerbangan pelatihan di Mesir,
Tim SAR gabungan berhasil mendeteksi satu lagi roda pesawat Lion Air JT-610. Tak hanya itu, satu lagi turbin mesin pesawat juga sudah terdeteksi.
Badan SAR Nasional (Basarnas), pada hari keenam operasi pencarian korban Boing JT-610 telah berhasil mengevakuasi 104 kantong jenazah.