Tanggal 02 Desember yang jatuh pada hari ke-336 (ke-337 dalam tahun kabisat) dalam kalender Gregorian dengan 29 hari menjelang akhir tahun menyimpan banyak peristiwa sejarah.
Tanggal 01 Desember yang jatuh pada hari ke-335 (atau ke-336 dalam tahun kabisat) pada kalender Gregorian dengan 31 hari menjelang akhir tahun menyimpan banyak peristiwa sejarah. Salah satunya Mohammad Hatta mengundurkan diri sebagai Wakil Presiden Indonesia, yang membuat kekosongan Wapres pada saat itu.
Tanggal 28 November yang jatuh pada hari ke-332 (hari ke-333 dalam tahun kabisat) dalam kalender Gregorian mungkin momen yang sangat bersejarah bagi Indonesia yang berhasil mengalahkan Singapura untuk pertama kalinya di Piala AFF dalam 15 tahun berkat gol Andik Vermansyah.
Furhat berbentuk patung tiga dimensi dengan wajah mirip manusia. Seperti halnya robot Siri dan Alexa, Furhat memiliki keistimewaan bisa membuat lawan bicaranya jatuh hati
Tanggal 27 November yang jatuh pada hari ke-331 (hari ke-332 dalam tahun kabisat) dalam kalender Gregorian menyimpan peristiwa sejarah yang mungkin terabaikan. Selah satunya pertunangan pangeran Inggris Harry dan kekaasihnya.
Tanggal 26 November yang jatuh pada hari ke-330 (hari ke-331 dalam tahun kabisat) dalam kalender Gregorian menyimpan banyak peristiwa sejarah. Salah satunya Gempa bumi berkekuatan 7,2 skala Richter mengguncang Nabire di Papua.
Tanggal 24 November yang jatuh padahari ke-328 (hari ke-329 dalam tahun kabisat) dalam kalender Gregorian dengan 37 hari menjelang akhir tahun, menyimpan peristiwa sejarah yang mungkin terabaikan. Salah satunya eksekusi mati pembunuh John F Kennedy.
Tanggal 23 November yang jatuh pada hari ke-327 (hari ke-328 dalam tahun kabisat) dalam kalender Gregorian merupakan hari dimana Johann Elert Bode, astronom Jerman dikenal atas reformulasi dan mempopulerkan Hukum Titius-Bode.
Keluarga korban insiden kecelakaan pesawat Lion Air dengan registrasi PK-LQP nomor penerbangan JT610 mengajukan gugatan hukum terhadap Perusahaan Boeing di Chicago, pada 16 November 2018.
Penyerang Paris Saint Germain, Edinson Cavani menilai Luka Modric tak layak meraih Ballon d`Or. Menurut Cavani, penghargaan tersebut harus jatuh ke salah satu pemain Prancis.