Kunjungan Grossi dilakukan setelah Washington minggu lalu mendorong Dewan Keamanan PBB untuk memberlakukan kembali sanksi internasional terhadap Teheran yang dicabut berdasarkan kesepakatan nuklir Iran 2015 dengan kekuatan dunia.
Unilateralisme pemerintah Amerika Serikat (AS) tidak disukai dan tindakan hegemoniknya pasti akan gagal.
AS telah memberlakukan sanksi sepihak dan ilegal terhadap Iran sejak menarik diri dari kesepakatan internasional penting tentang program nuklir Iran pada 2018.
Alasan penolakan itu karena Washington telah menarik diri dari perjanjian nuklir dengan Iran dua tahun lalu
AS yang sudah keluar dari kesepakatan nuklir 2015 dua tahun lalu beralasan Iran melanggar pakta tersebut.
Pompeo akan bertemu dengan Duta Besar Indonesia untuk PBB Dian Triansyah Djani untuk mengajukan keluhan tentang ketidakpatuhan Iran terhadap kesepakatan nuklir 2015.
Citra satelit dari 6-11 Agustus menunjukkan betapa rentannya sistem pendingin reaktor nuklir Pusat Penelitian Ilmiah Nuklir Yongbyon terhadap peristiwa cuaca ekstrem.
Jerman meminta Arab Saudi untuk sepenuhnya mematuhi Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT)
Embargo senjata terhadap Iran akan berakhir 18 Oktober di bawah kesepakatan nuklir Teheran 2015 dengan kekuatan dunia, yang dihentikan Washington pada 2018.
Ilmuwan menolak menyebut ledakan besar yang terjadi di Beirut, Turki diakibatkan oleh nuklir, meski ledakan tersebut menyebabkan awan jamur