Data kemiskinan di Jawa Tengah di atas memang menjadi pekerjaan rumah bagi Ganjar dan timnya untuk menjelaskan ke publik.
Hasil Musyawarah Rakyat (Musra) untuk menentukan calon presiden pada Pilpres 2024 yang dilakukan oleh relawan resmi diserahkan kepada Presiden Jokowi.
Para mahasiswa nampak antusias untuk menemui Ganjar. Mereka memperkenalkan diri. Ada yang dari Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Bali, Jatim, Jateng, Jabar, Jakarta, Banten, Lampung, Jambi, Bengkulu, Riau, Kepulauan Riau dan Sumatera Barat.
Bakal calon presiden 2024 dari PDI-P Ganjar Pranowo, mengenang peristiwa reformasi tahun 1998 sebagai momen yang penuh dengan perjuangan dari seluruh elemen masyarakat. Banyak tuntutan perubahan yang diinginkan rakyat kepada pemerintah saat itu.
Sektor UMKM Provinsi Jawa Tengah terus menunjukkan peningkatan terkait nilai ekspor. Hingga Triwulan I 2023, neraca ekspor Jawa Tengah mengalami surplus USD 708 juta dengan nilai ekspor tembus hingga USD 2,5 miliar.
Sudah di sini (Jakarta), saya ingat kejadian trisakti. Siang lah ya saya dari Tanah Abang 3 tuh, jadi bajuku itu kuning ya bukan merah, saya masih ingat belinya di Tanah Abang. Pas itu maunya ngelayat di Trisakti, ternyata saat itu terjadi kebakaran beberapa tempat.
Pengentasan kemiskinan Jateng di bawah kepemimpinan Gubernur Ganjar Pranowo, terbilang sukses. Salah satu indikatornya yang dapat dilihat adalah jumlah tenaga kerja dan pengangguran.
Seluruh organ relawan yang sebelumnya mendukung Presiden Jokowi dalam pilpres sebelumnya, kini siap memberikan dukungan penuh kepada Ganjar Pranowo dalam Pilpres 2024.
SMRC menilai bakal capres PDIP sekaligus Gubenur Jateng Ganjar Pranowo lebih berpeluang untuk meningkatkan elektabilitasnya dibandingkan dua kompetitornya, yakni Prabowo Subianto dan Anies Baswedan.
Lembaga survei Saiful Mujani Research & Consulting kembali merilis tren elektabilitas tiga tokoh yang potensial menjadi calon presiden pada Pilpres 2024.