Serangan udara Israel di Jalur Gaza sejak 10 Mei telah menewaskan lebih dari 200 warga Palestina, menyebabkan ribuan orang kehilangan tempat tinggal dan menghancurkan bangunan dan infrastruktur utama air dan listrik di wilayah yang diblokade.
Rumah dan apartemen menjadi sasaran selain situs militer milik Hamas dan Jihad Islam, memaksa lebih banyak keluarga dari daerah perbatasan untuk meninggalkan rumah mereka dan mencari perlindungan di sekolah-sekolah yang dikelola PBB.
Bamsoet menegaskan, Indonesia mengecam tindakan Israel yang juga menduduki wilayah dan merampas bangunan-bangunan di pemukiman warga Palestina di wilayah Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur.
Israel juga harus menghentikan pembangunan permukiman baru Yahudi di Yerusalem Timur, yang memang ilegal menurut hukum internasional.
Hal itu dilaporkan oleh Saudi Press Agency.
Presiden Turki Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin membahas ketegangan di Gaza dan Yerusalem via telepon.
CAAP meminta semua orang yang berkomitmen pada hak asasi manusia untuk berdiri bersama rakyat Palestina.
Ketegangan di Yerusalem telah berkobar menjadi gangguan terburuk di kota itu sejak 2017 setelah polisi anti huru hara Israel bentrok dengan kerumunan besar jemaah Palestina pada Jumat terakhir bulan suci Ramadan.
Di Jalur Gaza, otoritas Palestina telah melaporkan kematian 20 orang, termasuk sembilan anak-anak, ketika Israel menyerang militan yang menembakkan roket ke Yerusalem.
Organisasi Muslim Amerika mengecam keras kekerasan Israel di Masjid Al-Aqsa, yang telah menyebabkan ratusan warga Palestina terluka selama bulan suci Ramadhan.