Zainut menilai kajian Fikih dewasa ini seharusnya tidak hanya berhenti pada bahasan jual beli secara umum (bab al-buyu’).
Yang lebih penting dari itu, kata Wamenag, ialah memiliki kompetensi untuk mampu bersaing di tengah era Revolusi Industri 4.0.
Wamenag berharap ormas Islam tetap istiqamah dalam dakwah amar ma`ruf nahi munkar yang mengedepankan kebijaksanaan.
Wakil Menteri Agama RI (Wamenag) Zainut Tauhid Saadi menegaskan bahwa tidak ada kewajiban untuk menggunakan naskah khutbah Jumat, yang saat ini akan disusun Kementerian Agama (Kemenag).
Dalam menyampaikan pesan-pesan agama, lanjut Zainut, seyogyanya menggunakan bahasa yang santun, akhlak yang baik, dan tidak melanggar norma huum dan susila.
Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa`adi mengatakan moderasi beragama dapat meneguhkan sikap toleransi, dan menghindari sisi ekstrim dalam praktik beragama.
Dia juga menegaskan bantuan yang diberikan dalam rangka pemulihan dan pencegahan Covid-19 tersebut tidak ada potongan sepeserpun.
Menurut Zainut, meski demonstrasi merupakan salah satu cara yang dibenarkan untuk menyampaikan aspirasi dalam demokrasi, namun harus dilakukan tanpa tindakan anarkistis dan tetap mengindahkan akhlak serta norma hukum yang ada.
Menurut Zainut, BOP sangat penting untuk membantu pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan dalam mencegah penyebaran Covid-19.
Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa`adi menyebut peringatan Hari Santri tahun ini mengangkat tema `Santri Sehat Indonesia Kuat`.