Peringatan Hari Angkutan Nasional memiliki akar sejarah yang panjang sejak masa pendudukan Jepang pada 1943, ketika dua jenis angkutan mulai beroperasi di Indonesia
Instruksi Presiden RI Prabowo Subianto terkait penertiban angkutan truk over dimension over loading (ODOL) didukung banyak pihak. Apalagi, tidak sedikit dampak negatif yang ditimbulkan dari keberadaan ODOL.
Bandara tersibuk pada periode angkutan lebaran adalah Soekarno-Hatta Tangerang (3,55 juta penumpang).
Tercatat sebanyak 23.476 pergerakan pesawat terjadi sepanjang periode tersebut, atau naik sekitar 1,7 persen
Jumlah kapal terdiri atas 65 unit kapal milik ASDP Group dan 180 unit kapal milik swasta, dengan total produksi trip mencapai 21.973 trip
Perpanjangan waktu operasional ini berlaku mulai 28 sampai 30 Maret 2025 untuk arus mudik dan 2 hingga 7 April 2025 untuk arus balik.
Pada musim angkutan Lebaran 1446 Hijriah yang ditunggu-tunggu bakal ramai, justru memprihatinkan.
Peningkatan jumlah penumpang pesawat saat angkutan lebaran sejalan dengan program pemerintah dalam menurunkan harga tiket pesawat.
Proyeksi penumpang di Pelabuhan Telaga Punggur pada periode Angkutan Lebaran tahun ini diprediksi meningkat 15%
Ditjen Perhubungan Laut juga menerapkan sistem rerouting kapal guna mengoptimalkan distribusi armada.