China menegaskan akan menyambut baik keinginan Amerika Serikat datang ke Negeri Tirai Bambu, dalam membicarakan polemik perdagangan
Kenaikan tarif itu terjadi sehari setelah Departemen Perdagangan AS melarang salah satu perusahaan teknologi terbesar China
Kenaikan ini semakin menambah jumlah tarif AS untuk ratusan produk yang diimpor dari Negeri Tirai Bambu
China mengadukan Amerika Serikat kepada Lembaga Perdagangan Dunia (WTO) terkait rencana penerapan tarif baru
Pada Maret, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberlakukan tarif sebesar 25 persen untuk baja impor dan 10 persen untuk aluminium.
Tarif baru ini diklaim sebagai respon atas kebijakan Presiden AS Donald Trump yang menaikkan bea baja dan aluminium.
Tuntutan driver ojek online agar tarif dasar per kilometer lebih tinggi menyisakan keresahan para penumpang.
Trump mengatakan tarif impor mungkin dibatalkan bila mereka merancang perjanjian NAFTA baru
Administrasi Trump mengatakan bahwa tarif tersebut memenuhi janji kampanye untuk melindungi pekerja industri Amerika.
Sementara pergerakan pasar kemarin untuk mengurangi premi risiko untuk kenaikan `headwind` yang terkait dengan tarif.