Meskipun ekonomi bertumbuh dibandingkan tahun sebelumnya, namun terdapat peningkatan pengangguran yang signifikan selama Pandemi Covid-19.
Kita akan pacu terus agar sektor KP ini menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi negara.
Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta tumbuh melesat sebesar 10,91% secara year on year (YoY) di Q2-2021 ini.
Selain sisi belanja pemerintah, pertumbuhan ekonomi antara lain didukung konsumsi 5,93%, investasi 7,54%, ekspor 31,78%, bahkan sektor manufaktur tumbuh 6,58%.
Terkoreksi ini di tengah pengumuman pertumbuhan ekonomi tumbuh 7,07 persen oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Konsistensi pertumbuhan positif pada sektor pertanian terus berlanjut pada kuartal-kuartal berikutnya.
Usaha tersebut di antaranya, yaitu industri, pertanian, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan.
Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan, perekonomian global pada kuartal II-2021 mengalami peningkatan, terlihat dari pergerakan indeks PMI global dari 54,8 menjadi 56,6 pada Juni 2021.
Kalangan dewan mendesak pemerintah segera merevisi target pertumbuhan ekonomi 2021. Sayangnya, pemerintah saat ini masih tetap ngotot dan bertahan dengan proyeksi sesuai APBN yaitu pertumbuhan 5%.
IMF memproyeksikan ekonomi Indonesia hanya akan tumbuh 3,9 persen sepanjang tahun ini, menurun dibandingkan rilis sebelumnya pada April yang memprediksi ekonomi mampu tumbuh di angka 4,3 persen.