Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Supratman Andi Agtas menyatakan, DPR RI akan melakukan pengawasan yang tuntas terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam kegaduhan pada aksi unjuk rasa tanggal 22 dan 23 Mei 2019 lalu.
Menurut Gus Yaqut, tindakan ancaman pembunuhan bagi para tokoh bangsa menjadi catatan serius bagi demokrasi Indonesia.
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menerima pengaduan aspirasi masyarakat keluarga korban wafat dalam peristiwa unjuk rasa yang terjadi di Jakarta pada tanggal 21-22 Mei 2019 lalu.
Kerusuhan dalam aksi demonstrasi 21 dan 22 Mei 2019 terjadi karena ada aturan yang dilanggar.
Peringatan itu disampaikan, karena Jumat, 31 Mei nanti tergolong `hari kejepit nasional`, di mana sehari sebelumnya merupakan hari libur Kenaikan Isa Al-Masih.
Dalam perintah eksekutif pada 15 Mei, Washington secara efektif melarang perusahaan-perusahaan AS melakukan bisnis dengan Huawei, dengan alasan masalah keamanan nasional.
Awal bulan ini, Raja Salman mengusulkan mengadakan dua pertemuan puncak di Mekah pada akhir 30 Mei untuk membahas "agresi dan konsekuensinya" yang baru-baru ini terjadi di kawasan itu.
Terkait kabar adanya pengrusakan masjid di Tanah Abang saat kerusuhan pada aksi 22 Mei lalu dipastikan oleh MCM adalah kabar hoax.
Penyebab tewasnya massa pada aksi demonstrasi itu harus diungkap ke publik melalui TPF yang independen.
Sitti mengatakan KPAI sudah melakukan investigasi kepada keluarga anak korban RF (16) di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta atas meninggalnya anak tersebut.