Kapan Puasa Ayyamul Bidh Zulkaidah 2025? Ini Jadwal hingga Keutamaannya
Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Sedunia yang jatuh pada 8 Mei bukan hanya momen refleksi kemanusiaan, tapi juga kesempatan untuk menyampaikan apresiasi kepada para relawan yang bekerja tanpa pamrih di tengah krisis dunia
Setiap tanggal 8 Mei, dunia memperingati Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Sedunia atau World Red Cross and Red Crescent Day.
Pertanyaan seputar boleh tidaknya menikah di bulan Zulkaidah sering diajukan oleh pasangan Muslim yang sedang menentukan tanggal pernikahan. Pasalnya, bulan ini memang belum sepopuler bulan Syawal yang sering dipilih masyarakat Islam untuk melangsungkan akad nikah.
Di Desa Kopo, kata Mendes Yandri, bakal dibangun Apotik, Klinik Desa, Unit Simpan Pinjam, Logistik, hingga sembako. Desa Kopo bakal diberi Truk untuk mengangkut bahan-bahan yang diperlukan oleh masyarakat desa.
Ketika kamu mengungkap rasa cinta pada kekasih hati, terpikir untuk menciptakan momen yang tak terlupakan
Berkiprahnya Gen Z di kawasan transmigrasi untuk menciptakan kawasan pertumbuhan baru dikatakan bagian dari implementasi dari rasa dan jiwa nasionalisme, patriotisme, dan cinta pada bangsa serta negara. “Sifat-sifat seperti ini yang diinginkan oleh Presiden Prabowo,” kata Wamentrans Viva Yoga.
Lebih dari sekadar larangan perang, Zulkaidah adalah bulan yang menyimpan jejak sejarah besar Islam, berikut ini adalah tujuh peristiwa penting yang menggambarkan betapa istimewanya bulan ini, yang dikutip dari berbagai sumber.
Bulan Mei 2025 menjadi salah satu bulan yang paling dinantikan masyarakat Indonesia. Bukan hanya karena banyaknya peringatan hari besar nasional dan internasional, tetapi juga karena deretan hari libur nasional, cuti bersama, dan akhir pekan panjang (long weekend) yang siap dimanfaatkan untuk istirahat, traveling, atau sekadar quality time bersama keluarga.
Apitan diselenggarakan setiap bulan Zulkaidah, dalam kalender Islam atau Hijriah, yang dalam penanggalan Jawa dikenal sebagai bulan Apit atau Hapit. Nama ini merujuk pada posisi bulan yang berada “terjepit” di antara dua hari raya besar, yakni Idul Fitri dan Idul Adha.