Boeing 737-800, dalam perjalanannya ke Kiev dan akhirnya menuju Toronto, ditembak jatuh secara tidak sengaja pada 8 Januari, beberapa jam setelah Iran menembakkan rudal di dua pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Irak.
Situs tersebut menyebutkan bahwa serangan balas Iran pada Rabu (8/1) merupakan serangan rudal pertama yang terjadi pada sasaran militer AS sejak Perang Korea 1950.
Setelah Islamic Revolutionary Guards Corps (IRGC) menghujani rudal dua pangkalan AS di Irak pada Rabu (8/1), Trump langsung menawarkan negosiasi dengan Republik Islam Iran.
AS, Inggris dan Kanada mengatakan mereka memiliki bukti yang menunjukkan bahwa rudal darat-ke-udara Iran menembak jatuh pesawat penumpang Ukraina.
pesawat Ukraina (Boeing 737), yang jatuh tak lama setelah lepas landas di Teheran, ditembak jatuh oleh rudal Iran.
Para pejabat AS yang tidak disebutkan namanya menuduh bahwa pesawat Ukraina, yang menewaskan semua 176 penumpang di atas kapal tersebut, kemungkinan besar dijatuhkan secara tidak sengaja rudal anti pesawat Iran.
Dalam pidatonya yang mengikuti serangan rudal pembalasan Iran terhadap dua pangkalan AS di Irak pada Rabu (8/1), Trump membual tentang tentara AS dan peralatan militer.
Serangan rudal balistik di pangkalan AS di Irak akan menjadi pelengkap bagi keputusan penting parlemen Irak untuk mengusir pasukan asing serta keinginan negara kawasan mengakhiri kehadiran AS dan arogansi global di kawasan tersebut.
Inggris mengutuk serangan rudal Iran terhadap pangkalan militer koalisi perumahan Irak
Mark Milley mengatakan serangan rudal Iran yang menyasar pangkalan militer di Irak, dimaksudkan untuk membunuh personil tentara AS.