Denmark adalah negara pertama pada 11 Maret yang mengatakan akan menangguhkan penggunaan vaksin AstraZeneca sebagai tindakan pencegahan atas kekhawatiran pembekuan darah pada orang yang divaksinasi.
Prancis dan Italia juga telah memutuskan menghentikan pemberian vaksin. Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan, Prancis akan berhenti menggunakan vaksin tersebut menunggu penilaian dari regulator obat Uni Eropa yang dijadwalkan pada Selasa.
Keputusan tiga negara terbesar Uni Eropa (UE) untuk menangguhkan penggunaan vaksin AstraZeneca membuat kampanye vaksinasi di 27 negara Negara Biru tersebut menjadi kacau balau.
Menurut Lestari, jangan sampai euforia kembali ke sekolah di masa pandemi Covid-19, malah membuat segala aturan menjadi longgar dan kemudian sekolah menjadi kluster baru penyebaran Covid 19.
rganisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan imbauan agar tidak ada kebijakan menyetop kampanye vaksinasi, setelah dua negara Eropa dan satu negara di Asia menangguhkan penggunaan vaksin AstraZeneca, karena kekhawatiran keamanan.
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memastikan bahwa vaksinasi Covid-19 untuk tenaga pengajar alias guru selesai Juni 2021 mendatang.
Indonesia menerima 1,1 juta dosis vaksin AstraZeneca melalui skema aliansi vaksin COVAX bulan ini dan akan menerima sekitar 10 juta lagi dalam dua bulan ke depan.
Filipina memulai program vaksinasi di antara petugas kesehatan pada 1 Maret, menggunakan sekitar 600.000 dosis vaksin Biotek Sinovac, CoronaVac, yang disumbangkan oleh pemerintah China.
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas merespon wacana soal pelaksanaan vaksinasi Covid-19 saat ibadah puasa Ramadhan 1442 Hijiriah.
Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) harus menuntaskan vaksinasi Covid-19 terhadap tenaga pengajar alias guru sebelum memberlakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM), Juli 2021 mendatang.