"Kami akan mengingatkan KPK harus menaruh perhatian terhadap kasus yang berpotensi merugikan tidak saja keuangan negara tapi kepentingan masyarakat. Misalnya soal jiwasraya," kata Bamsoet
Tak sekedar bertatap muka, Bamsoet juga bermain bersama serta membagikan hadiah.
Bamsoet juga menyempatkan makan bersama dengan para pengungsi yang sebagian besar ibu-ibu.
Amandemen UUD 45 harus didasarkan pada kepentingan yang paling mendasar, urgen, dan juga menyangkut hajat hidup kebangsaan.
Untuk itu, PP Muhammadiyah mendukung wacana amendemen terbatas UUD 1945 untuk menghidupkan kembali Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN).
"Apa yang perlu penguatan? Yakni Garis Besar Haluan Negara (GBHN). Kenapa garis besar haluan negara? Kita tahu bahwa di pembukaan UUD 45 ada prinsip-prinsip mendasar kita dalam berbangsa tentang tujuan nasional, kewajiban pemerintahan, kemudian juga prinsip-prinsip kita merdeka, dan sebagainya," kata Ketua PP Muhammadiyah, Haedar Nashir
PP Muhammadiyah menginginkan mekanisme Pemilihan Presiden (Pilpres) tetap digelar secara langsung oleh rakyat.
Hal tersebut lantaran mekanisme Pilpres secara langsung merupakan buah dari semangat perjuangan reformasi yang merupakan kelanjutan sekaligus koreksi dari periode orde baru dan orde lama yang memiliki semangat nilai - nilai demokrasi dan penegakkan nilai-nilai kebangsaan sebagaimana cita-cita nasional.
Bambang Soesatyo (Bamsoet) yang sempat digadang-gadang maju sebagai calon Ketum Partai Golkar mengajak seluruh simpatisan untuk tetap merapatkan barisan demi keutuhan partai.
Sejatinya hanya ada dua kekuatan, yakni kubu Bambang Soesatyo (Bamsoet) dan kubu Airlangga Hartarto di arena Munas Golkar
Dulu saya kesini pas mohon doa restu jadi ketua FKPPI (Forum Komunikasi Putra-putri Purnawirawan dan Putra-putri TNI-Polri), Sekarang saya kesini untuk memohon doa restu sebagai ketum golkar, dulu saya sukses setelah bersilaturahmi ke PBNU, semoga sekarang juga sukses lagi
Fungsionaris Partai Golkar, Sirajuddin Abdul Wahab menilai, sikap Sekretaris Fraksi Partai Golkar (FPG) DPR RI, Adies Kadir yang menyebut Bamsoet melanggar kesepakatan, suatu hal yang kurang tepat dan cenderung bersikap munafik.
Pendukung bakal calon Ketum Partai Golkar Airlangga yang terus membangun narasi soal kesepakatan Airlangga Hartarto dan Bamsoet ibarat pepatah `menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri`.