Perempuan tersebut sudah sepuluh tahun bekerja di Thaif, Arab Saudi, namun hingga detik ini belum kunjung pulang ke Tanah Air.
Nendah akhirnya menghubungi Suryana pada Selasa (25/9) kemarin, setelah diberitakan oleh Jurnas.com sehari sebelumnya.
Gyina bukan ditinggal mati ibunya. Bukan pula karena kedua orang tuanya bercerai sehingga dia tidak mengetahui keberadaan sang ibu, Euis Suhaeti.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Garda BMI Darussalam Syihabuddin pada Senin (24/9).
Ibunya, Sarisih Harjo Pawiro yang tak kunjung dipulangkan dari Yordania dalam 14 tahun terakhir, akhirnya menginjakkan kaki di kampung halaman
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Amman Yordania memulangkan Pekerja Migran Indonesia bernama Sarisih (42 tahun), setelah dua bulan lalu ditemukan oleh Tim Satgas Perlindungan KBRI
Nafisa menyerah menanti haknya yang tak kunjung dipenuhi oleh pihak majikan.
Nendah hilang bak ditelan Bumi. Majikan Nendah pun tak pernah mengizinkan Suryana berbicara dengan istrinya
Dede Herlina, tak kunjung pulang ke Tanah Air setelah disandera oleh majikan tempatnya bekerja selama delapan tahun terakhir.
Sudah tujuh PMI yang memutuskan pulang ke Tanah Air, akibat tidak tahan dengan tekanan dan gaji yang dijanjikan akan ditranser dalam dua minggu.