Politisi senior Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Zainut Tauhid, menawarkan gagasan koalisi besar antarpartai Islam nonparlemen.
Bulan Dzulhijjah merupakan bulan ke-12 dalam kalender Hijriah yang memiliki keutamaan istimewa dalam Islam. Bulan ini termasuk dalam empat bulan haram yang dimuliakan Allah SWT, bersama Dzulqa’dah, Muharram, dan Rajab.
Bulan Dzulhijjah, bulan ke-12 dalam kalender Hijriah, menjadi salah satu momen paling istimewa dalam Islam. Tak hanya menandai penyelenggaraan ibadah haji dan Hari Raya Idul Adha, Dzulhijjah juga termasuk dalam Al-Asyhurul Hurum — empat bulan suci yang dimuliakan Allah SWT.
Miftahul Rozak terpilih sebagai Ketua Ikatan Keluarga Alumni Sekolah Tinggi Agama Islam (IKA STAI) Sadra masa khidmat 2025-2030.
Zulhijjah adalah salah satu dari empat bulan haram dalam Islam, di mana amal kebaikan dilipatgandakan dan dosa menjadi lebih berat timbangannya. Di antara seluruh hari dalam bulan ini, sepuluh hari pertamanya disebut sebagai hari-hari yang paling dicintai oleh Allah SWT.
Pembelian hewan kurban dengan sistem kredit atau cicilan dibolehkan dalam Islam. Baik harganya setara dengan harga tunai, maupun lebih tinggi, selama tidak ada unsur riba, bunga, atau denda keterlambatan yang memberatkan pembeli.
9 Dzulhijjah dalam kalender Islam atau yang lebih dikenal sebagai Hari Arafah adalah salah satu dari hari yang paling istimewa bagi umat Muslim.
Maulana Jalaluddin Rumi, tokoh mistik Islam asal Persia yang kini karyanya mendunia, mengajarkan bahwa luka batin adalah pintu menuju pencerahan spiritual
Jauh sebelum istilah ini dikenal dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sebagai “orang jahat (penodong, perampok, pemeras, pungli, dsb)”, dan sebelum teradopsi dari bahasa Belanda vrijman yang artinya orang yang tidak terikat kontrak kerja, jejaknya telah ditemukan dalam lembaran sejarah Islam
Banyak kisah dalam sejarah hidup Rasulullah SAW yang menjadi sumber inspirasi moral bagi umat Islam di seluruh dunia. Salah satunya adalah momen ketika beliau menerima kedatangan seorang preman Quraisy bernama Adi bin Hatim—yang semula dikenal sebagai musuh bebuyutan Islam.