Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto geram mendengar pasokan gas oksigen untuk sektor kesehatan masih terhambat. Padahal menurut pihak produsen, kapasitas produksi gas oksigen dalam negeri masih memadai.
Setelah disahkan dan ditetapkan melalui Sidang Paripurna DPR RI, kemarin, sembilan anggota BPH Migas periode 2021-2025 harus segera menuntaskan pekerjaan rumah yang tertunda di periode kepengurusan sebelumnya.
Kalangan dewan meminta pemerintah tepati janji untuk mengalihkan pasokan gas oksigen sektor industri ke sektor medis.
Rata-rata orang buang air besar sekitar 500 gram sehari, yang dapat diubah menjadi 50 liter gas metana, kata insinyur lingkungan itu.
Keandalan pasokan listrik industri oksigen menjadi prioritas kami.
Pemerintah diminta memanfaatkan pabrik-pabrik gas oksigen yang saat ini dalam kondisi menganggur. Ketimbang melakukan impor gas, sebaiknya pemerintah memanfaatkan jaringan dalam negeri untuk meningkatkan perekonomian nasional.
Kali ini PT Pertamina Gas (Pertagas), PT Pertagas Niaga dan PT Gagas Energi Indonesia (Gagas) memberikan bantuan oksigen medis dan storage oxygen medis (tabung penyimpanan oksigen).
Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) 2021-2025 Erika Retnowati dan sembilan Anggota Komite BPH Migas yang baru saja ditetapkan diharapkan bisa bekerja sesuai dengan visi dan misi yang disampaikan di Komisi VII DPR RI.
Erika Retnowati ditetapkan Komisi VII DPR RI menjadi Kepala BPH Migas periode 2021-2025. Erika terpilih dari total 18 calon Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) yang diajukan Presiden Joko Widodo.