Berbeda dengan televisi pintar (smart TV) yang hanya menyajikan informasi satu arah, Papan Interaktif Pintar (smartboard) dirancang agar guru dan siswa dapat berkolaborasi langsung melalui layar sentuh
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, memberikan pesan motivasi kepada para peserta sekaligus menegaskan bahwa metode Pembelajaran Mendalam memiliki untuk membantu peserta didik menghadapi arus informasi di media sosial.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) terus melakukan sosialisasi berbagai kebijakan strategis, termasuk pembelajaran mendalam (deep learning), koding dan kecerdasan buatan, serta Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berkomitmen menghadirkan Pendidikan Bermutu untuk Semua, salah satunya melalui penguatan pembelajaran mendalam (deep learning).
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) menegaskan komitmennya untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional melalui penguatan kompetensi guru, revitalisasi sekolah, dan adopsi teknologi dalam pembelajaran.
Sekretaris Jenderal Kemdikdasmen, Suharti, menekankan bahwa keselamatan dan keamanan murid merupakan hal yang penting dalam pelaksanaan pemberian layanan pendidikan.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, menekankan bahwa digitalisasi bukan sebagai pengganti guru melainkan memperkaya proses pembelajaran.
Direktur Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (Dirjen GTKPG), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen), Nunuk Suryani, mengunjungi SMPN 14 Riau untuk melihat langsung pelatihan Pembelajaran Mendalam.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) akan mengimplementasikan pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence/AI) sebagai mata pelajaran pilihan yang dimulai dari jenjang kelas 5 SD, SMP, hingga SMA mulai pada semester ini.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) mengajak enam industri untuk menciptakan ekosistem pembelajaran kolaboratif, dan menguatkan integrasi pendidikan vokasi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).