Hal ini disampaikan oleh Duta Besar AS untuk Indonesia, Sung Kim, secara daring pada Rabu (29/9), di tengah kekhawatiran Indonesia dan Malaysia bahwa pakta tersebut akan memicu perlombaan senjata di kawasan.
Laporan tentang pemadaman internet dan data, khususnya di wilayah di mana pasukan pertahanan lokal dan militer terkunci dalam konflik muncul segera setelah itu.
Myanmar berada dalam kekacauan sejak pemerintah Aung San Suu Kyi digulingkan oleh militer pada Februari, memicu pemberontakan nasional yang coba dihancurkan oleh junta.
Tingkat konsumsi susu masyarakat Indonesia tahun 2020 juga masih berkisar 16,27 kg per kapita/tahun, masih lebih rendah dibandingkan dengan negara tetangga, seperti Vietnam yang mencapai 20 kg/kapita/thn atau Malaysia sekitar 50 kg/ kapita/tahun.
Tentara menembak mati seorang pendeta Kristen yang mencoba memadamkan api, lapor portal berita Myanmar Now, meskipun media pemerintah membantah laporan tersebut.
Pernyataan Locsin, tertanggal 19 September, berbeda dengan sikap Indonesia dan Malaysia, yang membunyikan alarm tentang kapal selam tenaga nuklir di tengah persaingan negara adidaya yang berkembang di Asia Tenggara.
Prioritas pertama akan diberikan kepada kelompok berisiko tinggi seperti garda terdepan perawatan kesehatan, pasien dengan gangguan kekebalan, lansia dengan penyakit penyerta dan individu yang tinggal atau bekerja di fasilitas perawatan jangka panjang.
Pasukan keamanan sedang melakukan perjalanan melalui Khayan, pinggiran pusat komersial Myanmar Yangon pada Jumat (17/9) ketika mereka diserang dengan bom rakitan, kata junta dalam sebuah pernyataan pada Sabtu.
Saat ini rasio kredit untuk segmen UMKM di Indonesia masih di kisaran 20 persen. Bahkan lebih rendah dibandingkan negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, maupun Thailand. Padahal sektor UMKM ini sangat penting dalam menggerakkan perekonomian dan menyerap tenaga kerja
PT Januputra Sejahtera berhasil mengekspor telur tetas sebanyak 65.880 butir telur ayam Parents Stock (PS) broiler dengan nilai sekitar US$ 89.273,99 atau setara Rp 1,27 miliar dengan tujuan Bel Ga Ltd, Myanmar.