Direktorat Jenderal Hortikultura bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalsel kembali menggelar GPM Pasar Murah Ramadhan di Provinsi Kalsel.
Nasrullah mengatakan, hasil pendataan dan verifikasi secara faktual untuk data ketersediaan daging sapi/kerbau hingga Mei 2022 sebanyak 334,81 ribu ton.
Tercatat sebanyak 120 tray telur, 50 kg bawang merah, 14 kg bawang putih, 24 kg cabe merah besar, dan 30 kg cabe rawit ludes terjual pada hari pertama.
Kementan bersama BNPB dan pemerintah daerah akan menyusun pedoman penanganan ternak pada bencana gunung berapi yang di dalamnya termasuk pengaturan evakuasi ternak dan rencana kontinjensi.
Nasrullah menjelaskan, secara garis besar peta ketersediaan dan pasokan bahan pangan pokok di wilayah NTT dalam jumlah yang cukup dan relatif aman.
Jumlah tersebut diperkirakan meningkat 40% dibandingkan dengan volume mudik di masa pra pandemi Covid-19 pada tahun 2019.
Komoditas peternakan yang sering disebut emas putih ini terbukti strategis di pasar ekspor dan diminati banyak negara.
Dugaan tersebut dikonfirmasi lewat pegawai PNS pada Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri Ochtavian Runia Pelealu pada Rabu (20/4) kemarin.
Program DKS merupakan pengembangan kawasan peternakan berbasis korporasi peternak yang dicetuskan Kementan mulai 2020 dengan lima lokasi, yaitu Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Selatan, Lampung dan Jawa Timur.
Gelaran GPM ini disambut dengan sangat antusias oleh masyarakat sekitar karena harga yang dipatok jauh lebih murah dari harga pasar.