Mengutus petani muda ke Jepang untuk belajara merupakan salah satu strategi Kementan untuk menggenjot pengusaha milenial pertanian yang profesional berdaya saing, dan berjiwa wirausaha.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, ketersediaan pangan merupakan hal mutlak yang harus terus menerus diupayakan oleh seluruh stakeholder, dalam hal ini Kementan.
Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo mengatakan, ketersediaan pangan merupakan hal mutlak yang harus terus menerus diupayakan oleh seluruh stakeholder, dalam hal ini Kementan.
Saat ini adalah momentum yang tepat untuk menggerakkan seluruh potensi yang ada, untuk pembangunan peternakan nasional menjadi lebih efektif dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional.
Mantan gubernur dua periode Sulawesi Selatan itu mengatakan, belajar di negara Jepang memiliki keistimewaan. Hal ini karena masyarakat Jepang sangat gigih, kuat, kokoh, dan penuh semangat.
Presiden Pertama RI, Soekarno pada misinya membangun pangan menyampaikan bahwa masalah pangan merupakan masalah hidup dan matinya bangsa.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, ketersediaan pangan merupakan hal mutlak yang harus terus menerus diupayakan oleh seluruh stakeholder, dalam hal ini Kementan.
Pertanian saat ini harus mampu menyediakan kebutuhan pangan dasar seluruh masyarakat Indonesia.
Transformasi pertanian itu sejalan dengan harapan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo agar pertanian Indonesia bergerak ke arah yang maju, mandiri, dan modern.
Kementan membentuk Satgas Pangan Tingkat Nasional yang bertugas memonitoring dan melaporkan kondisi stok dan harga pangan selama Ramadan dan menjelang Hari Raya Idulfitri.