Jumlah kematian akibat wabah virus corona baru semakin bertambah. Hingga Rabu (12/2) pagi pukul 09.28 WIB, korban tewas mencapai 1.115 orang.
Sejak wabah virus menyebar di seluruh negeri dari provinsi Hubei untuk menginfeksi lebih dari 40.000 orang, pemimpin kelahiran 15 Juni 1953 di Beijing, menjauh dari mata publik.
Ada lebih dari 34.500 orang yang terinfeksi wabah yang dikonfirmasi di seluruh China.
Jumlah kematian yang dikonfirmasi di China akibat wabah virus corona baru meningkat pada Jumat (7/2) pagi menjadi 636.
Kapal itu terperangkap wabah virus corona setelah seorang pria Hong Kong berusia 80 tahun dinyatakan positif terkena virus itu setelah turun dari kapal akhir bulan lalu.
Jumlah kematian yang dikonfirmasi akibat wabah virus corona melonjak pada Rabu (5/2) menjadi hampir 500 orang
Trump berbicara dalam bahasa bercabang dua, meyakinkan China di satu sisi bahwa AS mendukung upayanya dalam mengatasi wabah virus corona dan sisi lain menikamnya.
Televisi pemerintah China melaporkan bahwa korban tewas akibat wabah koronavirus di China mencapai 304 pada akhir Sabtu, naik 45 dari hari sebelumnya.
WHO mempertimbangkan tidak hanya dampak kesehatan dari wabah, tetapi juga dampak politik dan ekonomi.
Pasalnya, wabah ini membawa nostalgia pada epidemi virus SARS yang pernah menewaskan puluhan orang di daerah Toronto pada awal 2000-an.