Berbagai potensi ancaman stabilitas politik dan keamanan juga perlu langkah antisipasi
Seruan itu datang ketika Amerika Serikat dan sekutunya mendesak warga Afghanistan untuk meninggalkan bandara Kabul, dengan alasan ancaman serangan ISIS.
Hal ini mengikuti peringatan oleh Presiden AS, Joe Biden dan pejabat pemerintah lainnya tentang ancaman ISIS terhadap operasi evakuasi ketika kerumunan memadati gerbang bandara,
Lebih dari 80.000 orang telah dievakuasi sejak 14 Agustus, tetapi kerumunan besar tetap berada di luar bandara Kabul berharap untuk melarikan diri dari ancaman pembalasan dan penindasan di Afghanistan yang dipimpin Taliban.
Situasi keamanan di Afghanistan berubah dengan cepat dan pemerintahannya tidak berada di bawah ilusi tentang ancaman dari militan Negara Islam di Afghanistan yang dikenal sebagai ISIS-K (untuk Khorasan).
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken berbicara dengan Menteri Luar Negeri Lithuania, Gabrielius Landsbergis, sepakat untuk melakukan tindakan terkoordinasi bilateral, untuk melawan ancaman China.
Ancaman keamanan di Afghanistan pasca perebutan kekuasaan oleh kelompok Taliban berpotensi membahayakan warga negara Indonesia (WNI) yang menetap di sana. Karenanya, Pemerintah Indonesia harus segera mengevakuasi WNI di Afghanistan.
Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menegaskan kunci agar Indonesia bisa segera merdeka dari pandemi Covid-19 dan ancaman radikalisme adalah vaksinasi kesehatan dan vaksinasi ideologi.
Seorang wasit asal Turki menerima ancaman pembunuhan di media sosial oleh troll Saudi setelah dia mendiskualifikasi seorang karateka Saudi
Kedua warga negara Myanmar itu mengatakan, mempekerjakan pembunuh bayaran yang akan memaksa Kyaw Moe Tun untuk mengundurkan diri atau, jika dia menolak, untuk membunuhnya.