Zarif menyebut bahwa begitulah sejatinya sikap Trump terhadap rakyat Iran, yang bertentangan dengan klaimnya peduli terhadap rakyat Iran.
AS mulai memperkuat kehadirannya di wilayah Teluk Persia bulan ini dalam menanggapi dugaan ancaman dari Iran. Teheran mengecam langkah AS itu sebagai perang psikologis.
Namun baru-baru ini, pemerintah AS telah menghentikan retorikanya, dengan Presiden AS Donald Trump dilaporkan mengatakan kepada pembantunya untuk menghindari bentrokan militer dengan Iran.
Donald Trump akan mengirim sekitar 1.500 pasukan Amerika ke Timur Tengah.
Takht-Ravanchi menegaskan bahwa justru Teheran menjadi korban terbesar dan musuh terkuat terorisme di kawasan itu.
Pemerintahan Trump juga memperingatkan adanya indiksi yang menunjukkan Iran sedang berencana menyerang pasukan AS dan sekutunya.
Seoul dan Washington mengumumkan tahun lalu bahwa mereka akan membatalkan Ulchi Freedom Guardian setelah pertemuan puncak Juni Donald Trump dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un
Clinton mengkritik keputusan secara sepihak Trum menarik diri dari perjanjian nuklir.
Iran menegaskan tidak akan pernah meninggalkan tujuannya meskipun dihantam bom
Ketegangan memanas antara kedua negara setelah Washington mengerahkan pasukan militer ke Timur Tengah.