Perintah harian dikeluarkan setelah Rapat Terbatas antara Kemendes, Kementerian Sosial, Kementerian Keuangan, Kementerian Koordinator Ekonomi, Jaksa Agung beserta Presiden dan Wakil Presiden di Istana Negara
Puluhan negara Eropa telah menangguhkan penggunaan vaksin AstraZeneca pada minggu ini di tengah kekhawatiran efek samping dari vaksin yang berkantor pusat di Cambridge, Inggris.
Sekelompok pengunjuk rasa masuk ke Istana Al-Maashiq di Aden di tengah kemarahan tentang situasi ekonomi di negara itu. Mereka bubar dengan damai beberapa saat kemudian.
Badan PBB untuk Migrasi mengatakan telah memindahkan 140 migran Ethiopia yang terdampar di Yaman kembali ke negara asal mereka.
Rusia mengklaim vaksin Covid-19 yang dikembangkan di negara tersebut, terbukti efektif melawan varian baru Covid-19.
Jerman, Prancis, Italia, Spanyol, Portugal, dan Siprus bergabung dengan beberapa negara Eropa lainnya untuk sementara menangguhkan vaksinasi dengan suntikan AstraZeneca setelah laporan yang terisolasi tentang pendarahan, penggumpalan darah, dan jumlah trombosit yang rendah.
Denmark adalah negara pertama pada 11 Maret yang mengatakan akan menangguhkan penggunaan vaksin AstraZeneca sebagai tindakan pencegahan atas kekhawatiran pembekuan darah pada orang yang divaksinasi.
Prancis dan Italia juga telah memutuskan menghentikan pemberian vaksin. Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan, Prancis akan berhenti menggunakan vaksin tersebut menunggu penilaian dari regulator obat Uni Eropa yang dijadwalkan pada Selasa.
Keputusan tiga negara terbesar Uni Eropa (UE) untuk menangguhkan penggunaan vaksin AstraZeneca membuat kampanye vaksinasi di 27 negara Negara Biru tersebut menjadi kacau balau.
rganisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan imbauan agar tidak ada kebijakan menyetop kampanye vaksinasi, setelah dua negara Eropa dan satu negara di Asia menangguhkan penggunaan vaksin AstraZeneca, karena kekhawatiran keamanan.