Iran mengalami lonjakan kasus infeksi virus corona baru (Covid-19) pada Sabtu (21/3) petang, setelah Kementerian Kesehatan Iran mengumumkan 966 kasus baru.
Tak kurang dari 123 pasien virus corona baru (Covid-19) di Iran meninggal dunia selama 24 jam terakhir.
Washington berusaha untuk meningkatkan tekanan pada Iran melalui sanksi dalam upaya untuk memaksa negara itu tunduk di bawah tekanan, namun masih keukeuh menolak.
Sebanyak 573 kasus infeksi diidentifikasi sejauh ini termasuk 74 warga Palestina yang tinggal di Tepi Barat yang diduduki dan belum ada yang dikabarkan meninggal.
Perusahaan itu di antaranya Petro Grand FZE, DMCC Alfabet Internasional, DMCC Perdagangan Swissol, General Althrwa General Trading LLC, dan Alwaneo LLC Co.
4.267 tentara Israel dikarantina atas perintah Kementerian Kesehatan. Banyak yang dinyatakan positif virusnya, Covid-19.
Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo mengklaim selama konferensi pers di Washington D.C. pada Selasa (17/2) bahwa virus Wuhan itu adalah pembunuh dan rezim Iran adalah kaki tangannya.
Ribuan karyawan kehilangan pekerjaan karena menutup hotel, kedai kopi, dan pusat perbelanjaan.
Washington sudah membuat daftar hitam tiga entitas Iran karena terlibat dalam transaksi untuk berdagang di petrokimia Iran.
Iran meminta Inggris untuk menentang sanksi kejam AS terhadap negara Iran dalam keadaan seperti itu, baik berdasarkan komitmen London di bawah JCPOA dan untuk pertimbangan manusia.