Sebuah survei keluarga di Inggris menunjukkan bahwa siswa kaya menghabiskan waktu untuk pendidikan lebih lama dari pada siswa miskin
Tak perlu diragukan lagi perhatian serius Gubernur Bali Wayan Koster terhadap sektor pendidikan sebagai pilar pembentuk SDM yang handal. Ini dibuktikan dengan kebijakan bantuan sosial tunai pendidikan untuk siswa dan mahasiswa se-Bali terdampak pandemi Covid-19.
Nadiem Anwar Makarim mengakui bahwa setiap siswa, sekolah, dan daerah memiliki tingkat kompetensi fundamental, literasi, dan numerasi yang berbeda.
Berbulan-bulan belajar di rumah akibat pandemi virus corona baru (Covid-19), akhirnya siswa di Kota Wuhan, China bisa kembali belajar di sekolah pada Rabu (6/5).
Rhenald Kasali menyebut masih banyak siswa yang mengalami kebingungan saat menerapkan kegiatan Belajar dari Rumah, setelah ditiadakannya belajar tatap muka di sekolah.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengajak seluruh insan pendidikan, baik guru, orang tua, dan siswa untuk mengambil hikmah dan pembelajaran dari krisis virus corona baru (Covid-19).
Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Ahmad Umar mengatakan, Lomba Kampanye Indonesia Sehat ini akan diikuti oleh siswa madrasah dari jenjang Ibtidaiyah (MI), Tsanawiyah (MTs), dan Aliyah (MA) di seluruh Indonesia, negeri maupun swasta.
Siswa di sejumlah sekolah berkesempatan berbicara langsung dengan Enes Kanter melalui Webinar
HNW menegaskan bahwa Menag juga perlu meniru kebijakan Mendikbud yang sangat baik tersebut untuk para siswa madrasah, baik siswa madrasah Ibtidaiyah, Tsanawiyah maupun Aliyah.
"Belajar daring di daerah yang kaya jaringan internet saja belum bisa menjamin pembelajaran berlangsung efektif. Bisa dibayangkan seperti apa efektifitas pembelajaran melalui televisi. Sementara itu faktanya masih banyak siswa yang tinggal di daerah tak terjangkau jaringan internet," kata Zainuddin