Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden diperkirakan akan segera memutuskan apakah akan memperpanjang tenggat waktu 31 Agustus itu untuk menerbangkan orang Amerika dan sekutu mereka ke tempat yang aman.
Boris Johnson akan mengajukan permintaan itu pada pertemuan darurat para pemimpin dunia G7 pada Selasa (24/8) besok.
Situasi keamanan di Afghanistan berubah dengan cepat dan pemerintahannya tidak berada di bawah ilusi tentang ancaman dari militan Negara Islam di Afghanistan yang dikenal sebagai ISIS-K (untuk Khorasan).
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menilai Taliban harus memutuskan secara mandiri, jika ingin diakui oleh masyarakat internasional.
Di tengah adegan putus asa di bandara Kabul di mana pasukan AS berpacu melawan waktu untuk mengevakuasi puluhan ribu orang, Biden tetap pada keputusannya untuk mengakhiri perang 20 tahun AS di Afghanistan.
Permintaan ini disampaikan pasca pemerintah China diketahui mengambil alih kepemilikan anak perusahaan utama ByteDance, perusahaan induk yang berbasis di Beijing.
Biden mengatakan prioritasnya adalah menghentikan perang yang telah meluas jauh melampaui tujuan awalnya yang sederhana untuk menghukum Taliban karena memiliki hubungan dengan Al-Qaeda setelah 9/11.
Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, mengatakan bahwa Washington akan mengirim 5.000 tentara ke ibukota Afghanistan.