Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto kembali mempertegas terkait komitmen dukungan kepada Presiden Jokowi pada Pilpres 2019 mendatang.
Jelang pelaksanaan Pilpres 2019 mendatang, sejumlah tokoh nasional diprediksi bakal maju sebagai calon presiden (Capres) dan wakil presiden (Cawapres).
Setelah terpilih menjadi ketua umum (Ketum) Partai Golkar, Airlangga Hartarto diminta segera untuk mengundurkan diri dari kursi Menteri Perindustrian di Kabinet Presiden Jokowi.
Presiden Jokowi harus mewaspadai adanya poros ketiga dalam kontestasi Pilpres 2019 mendatang. Selain Prabowo Subianto, bukan tidak mungkin akan muncul kuda hitam sebagai pesaing baru.
Presiden Joko Widodo mengimbau agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera mengerjakan upaya-upaya pencegahan banjir.
Isu terkait sentimen umat diyakini bakal kembali dimainkan pada kontestasi Pilpres 2019 mendatang. Sebab, isu tersebut berhasil dilakukan pada pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta.
Disejumlah lembaga survei menyebut elektabilitas Presiden Jokowi masih di bawah 50 persen. Sebagai calon incumbent, elektabilitas di bawah 50 persen dinilai belum aman pada Pilpres 2019 nanti.
Terpilihnya Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar secara aklamasi menggantikan Setya Novanto sebagai bukti saktinya Presiden Jokowi.
Partai Hanura belum dapat memastikan akan mendeklarasikan dukungan terhadap Presiden Jokowi di Pilpres 2019 mendatang.
Presiden Jokowi diminta tidak mengambil posisi yang paling lemah dengan hanya mengeluarkan kecaman dan kutukan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Organisasi Kerjasama Islam (OKI) di Istanbul, Turki.