Ali mengatakan keenam orang itu sedang dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta. Mereka semua akan diperiksa lagi setibanya di markas KPK.
Dari operasi senyap itu, KPK mengamankan beberapa orang yang diduga terlibat praktik korupsi.
Salah satu pihak yang diringkus, yakni Bupati Kolaka Timur Andi Merya Nur. Namun ia belum dibawa ke Gedung KPK.
Ali mengatakan, Andi Merya Nur belum dibawa ke Gedung KPK, Jakarta. Andi Merya, kata Ali saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Mapolda Sulawesi Tenggara.
Keduanya merupakan tersangka kasus dugaan suap terkait seleksi jabatan di lingkungan Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Probolinggo tahun 2021.
Mereka ialah pelaksana tugas (Plt) Kadis PU pada Dinas PUPRT Kabupaten Hulu Sungai Utara Maliki, dan dua pihak swasta Marhaini, serta Fachriadi.
Saat ini semua pihak yang ditangkap sedang diperiksa intensif di Gedung Merah Putih KPK. KPK meminta masyarakat bersabar.
Ali belum bisa memerinci lebih lanjut tindak pidana rasuah yang terjadi di sana. Saat ini, mereka semua sedang diinterogasi oleh penyidik KPK.
Hal itu diselisik KPK lewat lima tersangka yang diperiksa sebagai saksi. Kelimanya merupakan pembeli jabatan kepala desa di Kabupaten Probolinggo, Jawa Tengah.
Seharusnya, Hasan tidak ikut campur meski dirinya mantan bupati Probolinggo. Terlebih, Hasan merupakan anggota DPR RI.