Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang juga sebagai presiden RI ke-5 itu juga turut membahas terkait kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Sangat kelihatan sekali Prabowo sudah menjadi presiden yang sesungguhnya, yang mampu berkomunikasi dengan pihak manapun sekalipun pihak itu adalah orang-orang yang selama ini berseberangan.
Pertemuan itu bisa mendorong persatuan elite, kepercayaan publik, stabilitas politik, tauladan kedewasaan politik, dan lain-lain.
Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang juga sebagai presiden ke-5 Republik Indonesia, di kediaman Megawati jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (7/4).
Presiden Prabowo Subianto tidak perlu bicara kepada Presiden ke-7 Jokowi untuk bertemu dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang juga sebagai presiden ke-5 Republik Indonesia.
Semalam ada ditemenin oleh Pak Sugiyono. Ditemenin oleh Pak Ahmad Muzani, Pak Prasetyo Hadi. Letkol Teddy. Di sana (kediaman Megawati) di temani oleh Pak Budi Gunawan dan beberapa yang lain.
Kalau itu tergantung Presiden aja. Kami loyal kepada Presiden. Presiden bagaimana memandang perlu tidaknya masuk kabinet, monggo saja penilaian Presiden seperti apa karena di luar atau di dalam itu sama-sama baik.
Sebagai tokoh bangsa titik temunya adalah kepentingan bangsa, ya. Jadi, perbedaan apa pun, beda perspektif seperti apa pun itu, asalkan tujuannya untuk bangsa dan negara pasti ada titik temunya.
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto diminta untuk bergerak cepat dalam mengantisipasi kebijakan impor timbal balik (reciprocal tariffs) Amerika Serikat terhadap Indonesia sebesar 32 persen secara efisien dan strategis.
Berlima kami mendiskusikan nasib bangsa Indonesia ke depan, di bawah naungan pemimpin revolusioner Prabowo Subianto. Kami tidak membahas trending topic `judi Kamboja` yang lagi menyerang Dasco. Sebab, Dasco mengatakan dirinya tidak terganggu dengan serangan personal, dia hanya ingin bicara soal yang lebih besar, yakni soal bangsa.