Sedikitnya 30 orang tewas di tiga pinggiran kota Mumbai, India pasca hujan lebat memicu tanah longsor. Hujan yang masih belum kunjung reda memaksa pemerintah merelokasi warga dari zona berbahaya.
Akibat hujan lebat, tepi sungai jebol hingga masuk ke pemukiman masyarakat, meruntuhkan menara telepon, dan merobohkan rumah-rumah di sepanjang jalan. Setidaknya 157 orang tewas dan ratusan lainnya hilang per Sabtu.
Masyarakat terpaksa menghuni reruntuhan rumah setelah sungai yang meluap menyapu kota-kota dan desa-desa di negara bagian North Rhine-Westphalia dan Rhineland-Palatinate.
Sementara itu 50 orang masih menunggu di atap untuk diselamatkan di perbukitan Eifel, setelah beberapa rumah runtuh.
Temperatur yang meroket baru-baru ini berdampak parah pada jutaan orang dan membahayakan nyawa,
ASN yang netral menjamin birokrasi yang kuat, serta mendukung iklim demokrasi yang sehat.
Lytton, sebuah kota di British Columbia tengah sekitar 200km utara Vancouver, melaporkan suhu 46,6°C (115,88°F) pada Minggu akhir pekan lalu.
Sebagai bagian dari rencana yang disebut membantu mempercepat pembiayaan proyek infrastruktur di negara berkembang dan pergeseran ke teknologi terbarukan dan berkelanjutan, tujuh ekonomi paling maju di dunia akan kembali berjanji untuk memenuhi target tersebut.
Badan amal yang fokus melindungi habitat terancam, World Land Trust (WLT) menyebut pandemi Covid-19 membuat banyak orang sadar dengan krisis iklim.
Rencana tersebut juga bertujuan untuk mendukung komitmen UEA terhadap Perjanjian Paris tentang perubahan iklim untuk mengurangi emisi di negara tersebut sebesar 23,5 persen pada tahun 2030.