Iran akan menjual senjata ke negara-negara yang dibenci oleh Amerika Serikat (AS), jika mereka memintanya.
Penjualan senjata ke Iran akan melanggar resolusi PBB dan mengakibatkan sanksi, beberapa jam setelah Teheran mengumumkan, embargo PBB yang sudah lama pada perdagangan senjata dengan republik Islam itu telah berakhir.
Pernyataan tersebut memperjelas bahwa pembatasan pencabutan senjata dan larangan perjalanan dirancang untuk menjadi otomatis tanpa diperlukan tindakan lain.
Ketegangan antara Washington dan Teheran telah meningkat sejak Presiden AS, Donald Trump pada 2018 secara sepihak menarik diri dari kesepakatan itu.
Dua pelabuhan Iran dilaporkan terkena serangan siber besar-besaran, yang menargetkan sistem elektronik tempat tersebut.
China mengklaim hampir seluruh Laut China Selatan, yang diyakini kaya akan energi dan sumber daya laut. Brunei, Malaysia, Vietnam dan Taiwan juga memiliki klaim.
Kunjungan itu adalah yang terbaru oleh Kim Jong un ke daerah-daerah yang dilanda topan di negara itu setela berjanji minggu ini
Trump, yang sedang berjuang kembali mendapatkan kusi kepresiden AS pada 3 November, sering menyombongkan diri bahwa dia telah mencegah perang habis-habisan setelah ketegangan yang meningkat dan uji coba roket dan nuklir Korea Utara.
Amerika Serikat senang melihat pemerintah Irak berbuat lebih banyak untuk melindungi kedutaan AS di Baghdad dari milisi Muslim Syiah yang didukung Iran.
Visi misi yang ditawarkan pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Tangerang selatan Benyamin Davnie dan Pilar Saga Ichsan menuai apresiasi.