Kementan masih terus berupaya untuk meningkatkan hasil produksi pertanian salah satunya dengan melakukan percepatan musim tanam sebagai antisipasi kekeringan saat kemarau.
Kementerian Pertanian Republik Indonesia mengeluarkan Surat Edaran Menteri Pertanian No. 03/SE/KN.230/M/25/05/2020 Tentang Antisipasi Terjadinya Krisis Pangan
Setiap mengeluarkan aturan dan kebijakan paparnya, Kemenhub selalu berkoordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19
Seluruh kegiatan yang dibiayai oleh refocusing dan realokasi anggaran tersebut ada di bawah kendali Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 yang dipimpin langsung oleh Walikota Depok.
Untuk mengamankan pasokan beras ditengah pandemi COVID-19, Kementan telah melakukan gerakan percepatan tanam padi 5,6 juta hektar, pada musim tanam dua di 33 provinsi.
Pengolahan lahan maupun penanaman padi yang dilakukan semuanya mengunakan alat mesin pertanian (alsintan), baik itu traktor roda empat dan alat tanam padi (Rice Transplanter).
UPJA ini dikelola oleh Badan Usaha Milik Petani (BUMP) Kanca Tani. Alat mesin pertanian yang dikelola salah satunya adalah mesin tanam rice transplanter
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan akan terjadi kemarau yang lebih kering dari biasanya di beberapa daerah.
Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) yang pusat gerakannya ada di kecamatan turut dalam pengawasan penyediaan pangan di tengah pandemi COVID-19.
Penyuluh dan Petani di wilayah Lampung Selatan, meskipun sudah surplus beras namun tetap lakukan percepatan tanam.