Bertukar jersey antar pemain tim sudah menjadi tradisi lama di akhir pertandingan sepak bola. Tradisi ini dianggap sebagai simbol sportivitas dan saling menghormati, tak peduli seberapa sengit laga berlangsung.
Gelaran Piala Dunia Antarklub yang akan berlangsung bulan depan, menjadi ajang prestisius yang mempertemukan kampiun dari berbagai belahan benua.
Menurut catatan FIFA pada Piala Dunia 2018, dari 23 pemain Kroasia yang tampil, 21 di antaranya memiliki akhiran nama yang sama. Mengapa?
Bagi komentator Liga Inggris atau fans Serie A yang terbiasa menyebut `Smith` atau `Rodrigo`, nama-nama pemain Denmark bisa jadi momok tersendiri.
Eropa dikenal sebagai kiblatnya sepak bola dunia. Namun, adakalanya predikat elit tersebut tak bisa menjadi patokan ketika tim-tim Eropa bermain di luar Benua Biru.
Beberapa kasus yang terjadi selama satu dekade terakhir memperkuat dugaan bahwa FIFA dan UEFA tak sepenuhnya bebas dari pengaruh geopolitik.
Umumnya, nomor punggung 9 menjadi lambang kejayaan bagi para penyerang di klub-klub besar. Sebaliknya di Chelsea, angka ini justru dianggap `terkutuk`.
Dari kawasan Asia, tercatat ada empat negara yang hingga kini baru satu kali mencicipi atmosfer Piala Dunia.
Naturalisasi dalam konteks sepak bola berarti memberi kewarganegaraan kepada pemain asing agar bisa memperkuat tim nasional.
Di balik gemerlap stadion dan sorakan suporter, sejarah mencatat bahwa liga-liga kelas kakap di Eropa tak sepenuhnya kebal dari praktik korupsi dan manipulasi.