Kementerian Kesehatan India, menunjukkan sebanyak 3.980 kematian dalam 24 jam terakhir, menjadikan total nasional menjadi 230.168, dan 412.262 kasus baru, membuat beban kasus India sejak pandemi mulai menjadi 21,1 juta.
Kematian akibat Covid-19 di India menyentuh rekor 3.780 orang dalam 24 jam terakhir. Kejadian ini tercatat sehari setelah India menjadi negara kedua yang membukukan 20 juta infeksi setelah Amerika Serikat (AS).
Wakil Ketua DPD RI, Sultan B Najamudin menyoroti kasus kematian Naba Faiz Prasetya (10) anak dari Bandiman pengemudi ojek online warga Salakan, Bangunharjo, Sewon, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada hari Minggu (25/4) lalu.
Sekitar 9.000 warga Australia diyakini berada di India, di mana ratusan ribu kasus virus korona baru terdeteksi setiap hari dan jumlah kematian melonjak.
Dengan 368.147 kasus baru selama 24 jam terakhir, total infeksi di India mencapai 19,93 juta, sementara total kematian naik 3.417 menjadi 218.959, menurut data kementerian kesehatan.
Penentuan darurat, yang dibuat pada Jumat malam, adalah bagian dari langkah-langkah ketat untuk menghentikan pelancong ke Australia dari negara terpadat kedua di dunia karena menghadapi lonjakan kasus COVID-19 dan kematian.
Jumlah kematian akibat COVID-19 di India mendekati tonggak sejarah yang suram 200.000 dengan 2.771 kematian lainnya dilaporkan pada Selasa (27/4).
Kebijakan ini ditempuh Presiden Recep Tayyip Erdogan untuk menahan lonjakan infeksi dan kematian akibat Covid-19.
Dengan 352.991 kasus baru, total beban kasus di India telah melampaui 17 juta. Kematian naik dengan rekor 2.812 menjadi total 195.123, menurut data kementerian kesehatan.
Kementerian Kesehatan India melaporkan 295.000 infeksi baru dalam 24 jam, setara dengan jumlah yang terlihat di Amerika Serikat pada Januari, dan 2.023 kematian, menjadikan total korban tewas di India menjadi 182.553.