Paket itu termasuk rudal untuk sistem pertahanan udara Patriot, peluru artileri, drone, dan amunisi sistem roket berpemandu laser.
Ukraina membutuhkan lebih banyak senjata dan amunisi untuk dapat melakukan serangan balasan yang sukses terhadap pasukan Rusia.
Jelang serangan tersebut, militer Ukraina dilaporkan mengalami kekurangan amunisi, bahkan paket bantuan terbaru tersebut kemungkinan tidak akan banyak membantu mengatasi masalah tersebut.
Sekutu Ukraina juga telah mengirimkan amunisi dalam jumlah besar dan beberapa negara mitra NATO, seperti Swedia dan Australia, juga telah menyediakan kendaraan lapis baja.
Bantuan ini termasuk amunisi tambahan untuk Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS), rudal canggih, dan anti -tank ranjau.
Amunisi yang mengandung depleted uranium adalah bagian dari paket bantuan militer yang dikirim ke Ukraina bersama dengan tank tempur Challenger 2.
Para menteri pertahanan dan luar negeri Uni Eropa mendukung prakarsa yang bertujuan menyediakan satu juta peluru artileri kepada Ukraina dalam 12 bulan ke depan.
Kepala Wagner, Yevgeny Prigozhin mengatakan bahwa garis depan Rusia di dekat Bakhmut dapat runtuh jika pasukannya tidak menerima amunisi yang dijanjikan Moskow pada Februari.