Rumah Sehat Baznas dan pihak Rumah Sakit langsung melakukan assessment kebutuhan apa saja yang diperlukan dalam operasional RS Darurat Covid-19 tersebut.
Pandemi virus Corona telah memukul perekonomian nasional begitu kuatnya. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 harus diubah, bila tidak ingin target yang telah dipatok melenceng terlalu jauh.
Virus Covid-19 telah memberikan dampak yang sangat memukul perekonomian baik secara nasional dan global. Dimana, hampir seluruh indikator ekonomi makro mengalami perubahan yang sangat signifikan.
Percepatan penanggulangan wabah Corona Covid-19 membutuhkan dana yang cukup besar untuk pengadaan peralatan dan infrastruktur medis, baik untuk kepentingan pencegahan maupun pengobatan.
Orang tua atau lanjut usia (lansia) diatas usia 60 tahun dinilai lebih rentan terserang virus corona daripada kelompok muda. Penyakit generatif yang sudah ada dalam tubuh orang tua akan membuat virus ini mudah menyerang sistem imun tubuh.
Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo mendorong pemerintah untuk segera mengambil alih pengadaan APD (Alat Pelindung Diri) yang saat ini jumlahnya masih kurang dari kebutuhan para tenaga medis yang menangani pasien Covid-19.
Lonjakan ekspor pangan pertaniannya dari Iran selama dua tahun terakhir, dipicu oleh sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap ekspor minyak. Hal itulah yang mendorong petani di Iran beralih menanam gandum dan beras.
Iran adalah negara Timur Tengah yang paling parah terkena virus corona, dengan sekitar 1.700 kematian, lebih dari 21.000 orang yang terinfeksi dan satu orang meninggal akibat virus tersebut setiap 10 menit.
Bantuan berikutnya akan diberikan kepada tim medis yang berjibaku di rumah sakit menangani para pasien penderita Corona.
Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan, anggaran tersebut bersumber dari pergeseran anggaran yang ada di dinas-dinas di APBD 2020.