Dunia tengah menghadapi badai yang sempurna (perfect storm) dengan adanya pandemi Covid-19, dan mendorong lebih dari 120 juta orang ke dalam kemiskinan ekstrem. Ketidakpastian ekonomi global semakin memperumit pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.
Kegiatan ini diawali dengan penyerahan secara simbolis paket bantuan kepada warga oleh Herry Sudradjat Kadiv Corporate Secretary PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) mewakili Direksi BUMN Jasa Survei.
Sulitnya melakukan pencegahan dan deteksi dini, diagnosis yang keliru dan tertunda, kurangnya akses terhadap fasilitas kesehatan, dan risiko kambuhnya kanker setelah pengobatan turut menjadi rintangan menuju kesembuhan.
Korea Selatan berada di tengah gelombang infeksi terburuknya, tetapi telah mengendalikan jumlah kasus yang sakit parah melalui tingkat vaksinasi yang terus meningkat.
Munahar Muchtar mengatakan selama masa Pandemi Covid-19, terasa sekali, perhatian seluruh energi bangsa tercurah dalam penanggulangan pandemi di aektor kesehatan, hingga faktor ekonomi seolah terpinggirkan.
Atas nama rakyat Indonesia, saya menyampaikan rasa terima kasih atas segala bantuan Korea Selatan untuk penanganan pandemi Covid-19 di negara kami.
Positive rate di Indonesia juga relatif masih lebih tinggi, masih di angka 5 persen. Padahal di Singapura dan Korea Selatan lebih kecil dari itu. Dari segi coverage vaksinasi. Korea Selatan sudah mencapai 58 persen penduduk, bahkan Singapura sudah 78 persen penduduk. Kita masih jauh, baru sekitar 35 persen.
Permukiman kumuh Khlong Toei, di mana sekitar 100.000 orang tinggal di dalam hunian kecil yang penuh sesak, menjadi perhatian utama saat Thailand memerangi gelombang ketiga pandemi.
Sejauh ini, Jepang telah menyetujui vaksin COVID-19 Pfizer/BioNTech, Moderna dan AstraZeneca, meskipun yang terakhir diberikan secara terbatas.
Anggota Badan Anggaran DPR RI Muhammad Aras mengingatkan pemerintah untuk tidak terlena dan tetap berhati-hati terkait kebijakan fiskal.