Merujuk pada penyelidikan pemakzulan Presiden AS, Donald Trump dan sidang pra dakwaan yang mengancam masa jabatan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu minggu lalu adalah tanda bahwa kedua pemimpin terperosok dalam krisis.
Komplotan intelijen Israel-Arab merekrut tim teroris memasuki Iran untuk menyerang Soleimani, yang memimpin Quds IRGC Force, di provinsi tenggara Kerman di negara itu.
Israel tidak lagi dipandang sebagai ancaman berkat kekuatan pencegahan Iran yang semakin canggih.
Rouhani mengatakan akan melakukan negosiasi dengan AS setelah terlebih dahulu kembali pada kesepakatan nuklir Iran dan mencabut sanksi yang telah diberlakukan sejak penarikan.
Arab Saudi bersedia menormalkan hubungannya dengan Israel jika Washington bersedia membantunya mengalahkan Iran.
Israel menuju kehancuran karena berbagai kelemahan yang intrinsik terhadapnya dan kekuatan-kekuatan regional eksternal yang berusaha memusnahkannya.
Kalangan anggota DPR mengecam tindakan Sriwijaya Air yang diduga inkonsistensi terhadap perjanjian Kesepakatan Kerjasama Manajemen (KSM) dengan Garuda Grup.
Hubungan AS-Iran memanas sejak Mei 2018, saat Trump secara sepihak keluar dari kesepakatan nuklir multilateral dengan Iran, yang secara resmi dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), dan memberlakukan sanksi terberat yang pernah ada untuk menekan Iran.
Boris Johnson bersumpah kemarin bahwa dia tidak akan mundur sebagai perdana menteri Inggris bahkan jika dia gagal mendapatkan kesepakatan untuk meninggalkan Uni Eropa
The Washington Post melaporkan pada Juni 2012 bahwa layanan mata-mata AS dan militer Israel sudah bekerja sama untuk meluncurkan serangan virus Stuxnet pada fasilitas pengayaan uranium di Natanz, Iran.