Komentar itu, hampir empat minggu setelah Rusia mengirim pasukannya ke Ukraina, muncul di tengah kekhawatiran Barat bahwa konflik di sana dapat meningkat menjadi perang nuklir.
Serangan itu melibatkan agen yang dibayar oleh Israel yang mencoba mendekati seseorang yang bekerja dengan sentrifugal IR-6 canggih di pabrik tersebut.
Presiden Rusia, Vladimir Putin mengatakan, kekuatan nuklir negaranya harus disiagakan. Hal ini meningkatkan kekhawatiran, invasi Rusia ke Ukraina dapat menyebabkan perang nuklir.
Hal itu disampaikan di tengah kekhawatiran bahwa pembicaraan di Wina untuk menghidupkan kembali kesepakatan 2015 mungkin gagal.
Rudal itu tidak bersenjata dan jatuh di dekat kota timur negara itu, Mian Channu, sekitar 500 km dari ibu kota Islamabad.
Kepala Badan Atom PBB (IAEA), Rafael Grossi khawatir dengan pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl, yang tidak lagi mengirimkan data ke pengawas atom PBB.
Fasilitas ini merupakan bagian dari Institut Fisika dan Teknologi Kharkiv, sebuah lembaga penelitian yang memproduksi bahan radioaktif untuk aplikasi medis dan industri.
Pendiri dan CEO Tesla Elon Musk meminta Eropa memulai ulang (restart) pembangkit listrik tenaga nuklir, demi keamanan nasional dan internasional.
Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengungkapkan, pasukan Rusia memperketat kontrol mereka di pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia sejak merebutnya Jumat pekan lalu.