Atas tuduhan itu, Aman mengatakan, tidak terkait dengan serangkaian teror bom yang terjadi di Indonesia.
Setidaknya tiga orang luka-luka dalam insiden tersebut.
Sedangkan lapisan pertama yakni ideolog. Dimana, lapisan ideolog memberikan paham-paham radikal untuk berbuat aksi terorisme.
Politikus PDIP mengapresiasi pembentukan Komando Operasi Pasukan Khusus Gabungan (Koopsusgab) sebagai wujud kehadiran negara memberantas terorisme di tanah air.
Kesenjangan, baik sosial, pendidikan, sampai keadilan hukum menjadi lahan subur terorisme di tanah air. Hal itu yang perlu dibenahi untuk mencegah aksi terorisme meluas.
DPR prihatin atas sejumlah insiden teror bom yang terjadi di Surabaya. Tidak saja prihatin dengan aksi biadab para terorisme tersebut, tapi DPR juga prihatin karena menjadi kambing hitam.
Aksi teror bom bunuh diri di Surabaya yang melibatkan anak usia pelajar dinilai sebagai pukulan telak bagi dunia pendidikan di tanah air.
Memperkuat basis intelijen menjadi salah satu solusi untuk memberantas tindak kejahatan terorisme. Dengan intelijen yang kuat, aksi pemberantasan terorisme bisa lebih terarah dan efektif.
Anggota Komisi III DPR RI M. Nasir Djamil menyampaikan, maraknya kasus terorisme mengandung propaganda asing yang bisa mengancam kedaulatan negara.
Aksi teror bom bunuh diri di Surabaya yang dilakukan oleh sekelompok keluarga dinilai sebagai tindakan konyol dan sakit jiwa. Sebab, para pelaku teroris rela mengorbankan nyawa keluarga demi kepentingan yang sesat.