Aliran dana yang diduga untuk mengkudeta kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Partai Demokrat disebut cukup besar bahkan unlimited alias tidak terbatas.
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) diminta bersikap dewasa dalam menyikapi isu kudeta kepemimpinannya di partai berlambang segitiga mercy itu.
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) diminta tidak asal menuduh untuk mengkudeta kepemimpinannya. Sebaiknya, AHY tidak panik dan lebay dalam menghadapi gejolak politik di internal partai.
Terdapat empat faksi pendiri Partai Demokrat yang ingin Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko menggantikan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Ketua Umum partai berlambang segitiga mercy itu.
Mantan Panglima TNI Moeldoko dinilai sebagai figur yang tepat untuk memimpin Partai Demokrat. Dimana, Moeldoko dianggap memiliki sosok yang terbuka bagi semua kelompok.
Sikap Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang mengungkap isu kudeta dinilai menimbulkan kekisruhan dan merugikan partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.
Tidak ada jaminan merevisi Undang Undang nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu akan membawa hasil yang lebih baik.
Ketua Umum (Ketum) DPP BKPRMI Said Aldi Al Idrus menyalurkan bantuan Komjend pol Purn DR H Syafrudin Waketum PP DMI kepada korban banjir di Banjarmasin Kalimantan Selatan (Kalsel)
Saat ini, ada beberapa perusahaan yang sudah beroperasi di Indonesia dan menghubungi APOLIN yang menyatakan niat untuk investasi di sektor oleokimia.
Penunjukkan Yaqut menggantikan posisi yang sebelumnya dipegang Fachrul Razi. Keputusan ini di luar dugaan. Sebab, nama Gus Yaqut tidak masuk dalam radar maupun prediksi para pakar.