Presiden Jokowi diyakini mampu bertindak tegas, komprehensif, dan berkelanjutan guna mengikis habis paham radikalisme
salah satu penyebab masih banyaknya masalah dalam pengawasan karena masih adanya persepsi yang berbeda dari tiap aparat penegak hukum.
Aparat penegak hukum dalam hal ini kepolisian diminta untuk mengusut secara tuntas terkait kasus Rasisme yang terjadi terhadap putra-putri asli Papua di Surabaya.
Selain Dandhy dan Ananda yang menjadi korban penangkapan dan kriminalisasi, jurnalis korban kekerasan aparat antara lain tersebar di Jakarta, Makassar, Palu dan Jayapura.
Mahasiswa itu kaum intelek, kader penerus bangsa. Tapi kalau demo pakai bakar-bakar itu bukan mahasiswa, itu perusuh yang harus ditindak tegas oleh aparat
Puluhan wartawan dari berbagai media massa mengecam aksi kekerasan yang dilakukan aparat kepolisian terhadap jurnalis. Aksi solidaritas mereka gelar di Taman Pandang, depan Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Gambir, Jakarta Pusat.
Mahasiswa melempari batu Gedung DPRD Majene setelah aparat kepolisian menyemprotkan gas air mata kepada massa yang sedang membakar ban di lokasi kejadian.
Video aparat kepolian memukul mundur mahasiswa itu viral di media sosial Facebook. Vedoa yang diunggah Wawan kuniawan menunjukkan aparat melancarkarkan puluhan petasan ke arah mahasiswa.
Kita yakin tidak rusuh lah. Kita kan semua Indonesia. Mahasiswa Indonesia, aparat polisi juga Indonesia. Jadi jangan sampai rusuh.
Sekelompok massa yang tergabung dalam Himpunan Aktivis Indonesia serta Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Relawan NKRI menggelar aksi demonstrasi harus berujung bentrok dengan aparat sama kepolisian di Depan Gedung Merah Putih KPK.