Qatar juga menyambut baik perjanjian itu dan menggambarkannya sebagai langkah penting dalam upaya mencapai stabilitas politik di Afghanistan.
Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan kelompok militan itu, sebaliknya, telah membebaskan 132 tahanan pemerintah.
Para pencari suaka termasuk 25 warga Afghanistan, 22 Kongo, dan satu orang Iran.
Negeri Paman Sam menekan pemerintah Afghanistan untuk membebaskan ribuan militan dan tahanan pemerintah yang berisiko terjangkit virus yang menyerang sistem pernapasan tersebut.
Di bawah perjanjian damai itu, Taliban akan membebaskan 1.000 tentara dan warga sipil pemerintah Afghanistan dan Kabul akan mengembalikan sekitar 5.000 militan.
Iran mengutuk serangan tersebut mengatakan, Republik Islam akan mendukung pemerintah Afghanistan dalam perangn melawan terorisme dan ekstremisme.
Pompeo mengecam kedua pria itu karena tidak dapat bekerja sama dan mengancam kemungkinan kesepakatan damai yang dapat mengakhiri konflik yang sudah berlangsung lama di Amerika.
Kesepakatan AS-Taliban, hasil pembicaraan yang tidak melibatkan Pemerintah Afghanistan
Amerika Serikat (AS) akan meninggalkan Afghanistan setelah dua dasawarsa menyusul kesepakatan damai antara Taliban dan AS.
perjanjian damai menetapkan bahwa pemerintah Afghanistan harus bekerja untuk memiliki anggota Taliban dihapus dari daftar sanksi Dewan Keamanan PBB.