Bom bunuh diri di sebuah pusat pendidikan di ibukota Afghanistan, Kabul, menewaskan 24 orang termasuk pelajar
Afghanistan telah menderita ketidakamanan dan ketidakstabilan dari invasi bekas Uni Soviet ke negara itu pada tahun 1979 hingga kehadiran pasukan AS saat ini.
NATO pergi ke Afghanistan setelah invasi pimpinan AS tahun 2001 untuk menggulingkan Taliban setelah serangan teror 9/11.
Hal itu disampaikan beberapa jam setelah penasihat keamanan nasionalnya mengatakan Washington akan mengurangi pasukannya di Afghanistan menjadi 2.500 pada awal tahun depan.
Pada 29 September 2014, Ashraf Ghani dilantik sebagai presiden Afghanistan, menggantikan Hamid Karzai.
ICC menolak tindakan tersebut sebagai upaya lain untuk mengganggu independensi peradilan dan penuntutan pengadilan dan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka mendukung pekerjaan stafnya.
Sekitar 120 tahanan tetap akan dibebaskan sejalan dengan tuntutan Taliban, termasuk enam yang pembebasannya ditolak oleh beberapa pemerintah Barat, termasuk Australia.
Pakistan telah mengundang juru runding utama Taliban ke ibu kota Islamabad, untuk mendorong pembicaraan damai guna mengakhiri konflik di negara tetangga Afghanistan.
Klaim AS itu adalah bagian dari propaganda untuk menutupi kesalahan perhitungannya di Afghanistan.
Bulan lalu, sumber AS dan Eropa yang mengetahui pelaporan intelijen mengatakan bahwa AS memperoleh laporan baru yang mendukung tuduhan bahwa Rusia telah mendorong militan yang berafiliasi dengan Taliban untuk membunuh tentara AS